Kampung warna-warni terletak di desa Jodipan dan desa Tridi (3D), kecamatan Blimbing kota Malang. Bila kita turun di Stasiun Malang Baru, maka lokasi ini merupakan lokasi wisata yang paling dekat yang pertamakali wajib dikunjungi di Kota Malang. Waktu saya kesana, saya memilih untuk berjalan kaki dari stasiun menuju kampung Jodipan. Sekalian olahraga untuk menghilangkan capek setelah 8 jam duduk di dalam kereta api. Dan yang pasti untuk menghemat biaya hidup hahaha :D
Dari Stasiun Malang Baru sampai kampung warna-warni kita cukup berjalan sekitar 5-10 menit saja kita sudah sampai di kampung Jodipan. Namun bila anda malas atau terlalu capek, anda juga bisa menggunakan ojek yang ada di depan stasiun. Karena setelah kita keluar stasiun kita akan di buntuti beberapa tukang ojek yang menawarkan jasanya. Karena ingin sekalian hemat maka kita lebih memilih jalan kaki hahahah... :D
Kita berangkat dari Pati 4 orang ditambah dari Semarang 1 orang. Jadi dari Stasiun Tawang Semarang menuju Malang kita 5 orang. Kami berangkat dari Stasiun Tawang Semarang pada hari Jum'at, 03 November 2017 sekitar pukul 21.45 WIB dan hampir ketinggalan kereta dan itu juga belum nyetak tiket. Untung saja saat itu kereta sedang delay. Dan sampai di kota Malang hari Sabtu, 04 November 2017 sekitar pukul 08.15 WIB.
![]() |
Saat kita membeli tiket masuk, selain tiket masuk kita juga akan mendapat gift gantungan ini. |
Saat kita membeli tiket masuk ke kampung warna-warni kita akan mendapat bonus hadiah gantungan kunci. Sepertinya gantungan kunci tersebut handmade dari warga setempat. Tiket masuknya pun murah, tak sampai Rp 5.000,- per orang.
Disebut kampung warna warni karena semua dindinng di desa ini dicat dengan berbagai warna yang berbeda. Meski warna yang ditampilkan berwarna-warni, ini mengahasilkan warna yang menarik dan tidak monoton. Itulah sebabnya kampung ini disebut kampung warna-warni. Tak hanya wisatawan lokal, turis manca negara juga singgah ke kampung warna-warni Jodipan-Tridi ini.
![]() |
jembatan yang menghubungkan Jodipan-Tridi |
![]() |
penampakan jembatan yang alasanya dari kaca |
Kampung Jodipan dan Tridi (3D) ini dipisahkan oleh sungai brabtas yang lumayan lebar. Jadi dua kampung ini dihubungkan dengan sebuah jembatan yang alasnya terbuat dari kaca. Sehingga kita dapat melihat kebawah dengan jelas. Bila anda takut ketinggian saya sarankan anda tidak usah melihat kebawah. Pasti akan merindi hahaha :D
Tinggi jembatan ini juga lumayan tinggi. Hampir seatap rumah yang lantainya dua. Tinggi sekali kan wkwkwk...
Jembatan ini hanya digunakan oleh pejalan kaki. Pengendara motor tidak akan bisa lewat sini. Apalagi pengendara mobil hahaha :D
Selain untuk wisata, jembatan ini juga digunakan warna untuk beraktivitas warga. Meskipun kampung ini sekarang menjadi tempat wisata, namun warga setempat tetap beraktivitas seperti biasa.
Sebenarya, kampung warna-warni ini awalnya merupakan memukiman kumuh yang sekarang di sulap menjadi tempat wisata yang banyak didatangi wisatawan. Baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Banya bule yang juga datang ke sini
![]() |
meskipun tempat wisata, sungai ini tetap di jaga kebersihannya |
![]() |
wayang-wayangan yang bisa digunakan pengunjung untuk berfoto |
![]() |
Topeng kayu yang dipasang menggelantung dipasang tengah jalan |
Komentar
Posting Komentar